Glosarium Online Bahasa Indonesia - Pengertian, Arti, Definisi

Thursday, January 23, 2014

7 Cara Pencegahan Korosi Besi

Apa saja Cara - cara pencegahan Korosi yang terjadi pada Besi?
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa - senyawa yang tidak di kehendaki. Dala bahasa sehari – hari korosi di sebut sebagai pengkaratan.

Korosi  menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat di cegah dengan cara mengubah besi  menjadi baja tahan karat ( stainless steel ). Akan tetapi, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Kita tahu bahwa korosi besi memerlukan oksigen dan air. Kemudian kita ketahui pula bahwa berbagai jenis logam dapat melindungi besi terhadap korosi.

Berikut adalah cara – cara pencegahan korosi yang di dasarkan pada dua sifat tersebut :
1.    Mengecat : Jembatan, pagar, dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak besi dengan udara dan air.
2.    Melumuri  Dengan Oli atau Gemuk : cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak besi dengan air.
3.    Dibalut Dengan Plastik : berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik dapat mencegah kontak besi dengan udara dan air.
4.    Tin Plating ( pelapisan dengan timah ) : kaleng – kaleng kemasan terbuat dari besi yang di lapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis, yang disebut electroplating . timah tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami  korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen ( udara ) dan air. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh ( tanpa cacat ) . apabila lapisan lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores , maka timah justru mendorong atau mempercepat korosi besi . hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu , besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian  , timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal itu yang justru diharapkan sehingga kaleng – kaleng bekas cepat hancur.
5.    Galvanisasi ( pelapisan dengan zink ) : Pipa besi , tiang telpon, badan obil,dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu  terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif di bandingkan zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk  sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian  , besi terlindung dari dan zink yang mengalami oksidasi .
6.    Cromium plating ( pelapisan dengan kromium ) : besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberikan lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil . cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink. Kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang cacat atau rusak.
7.    Sacrifical Protection ( pengorbanan anode ) : magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif ( berarti lebih mudah berkarat ) daripada besi , maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara in digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik , batang magnesium harus diganti.