Thursday, January 23, 2014

Korosi

Seringkali kita menemui benda-benda yang terbuat dari logam seperti logam besi mengalami kerusakan dengan munculnya warna merah atau cokelat dan lama-kelamaan benda tersebut apabila dibiarkan begitu saja akan mengalami keropos, bahkan hancur. Peristiwa kerusakan logam seperti itu lazim ditemukan dan oleh orang-orang disebut dengan perisitiwa pengkaratatan logam atau korosi.

Pengertian Korosi

Apa itu korosi? Korosi adalah perisitiwa proses rusaknya logam yang disebabkan terjadinya reaksi kimia antara logam tersbut dengan lingkungan. Reaksi yang dimaksud pada korosi adalah peristiwa elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks (reduksi-oksidasi) sedangkan lingkungan maksudnya adalah zat-zat yang terdapat di lingkungan yang dapat berupa zat asam, air, atau zat kimia lain.

Korosi atau pengkaratan pada logam menimbulkan banyak kerugian karena kerusakan benda-benda yang terbuat dari logam akibat korosi tersebut akan mengurangi umur dari benda atau barang tersebut. Apakah korosi dapat dicegah? Sebenarnya korosi dapat di cegah dengan cara mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, permasalahan yang muncul adalah soal biaya, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Faktor-Faktor Penyebab Korosi

Seperti yang telah diketahui di atas, kerusakan logam atau korosi terjadi karena terjadinya reaksi kimia antara logam dengan lingkungan. Faktor-faktor penyebab korosi diantaranya adalah :
  1. Kelembaban Udara
  2.  Keberadaan oksigen
  3. Elektrolit
  4. Zat terlarut pembentuk asam
  5. Lapisan yang terdapat pada permukaan logam
  6. Sel elektrokimia

Cara Pencegahan Korosi Pada Logam Seperti Besi

  • 1. Pengecatan
Benda atau peralatan yang terbuat dari logam besi seperti jembatan dan pagar, dapat dilakukan pencegahan dengan cara dicat. Pengecatan ini dapat menghindarkan kontak antara besi dengan udara dan air.
  • 2. Melumuri Dengan Oli atau Gemuk
Pencegahan korosi dengan melumuri dengan oli atau gemuk ini biasanya diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak besi dengan air.

  • 3. Dibalut Dengan Plastik
Cara ini biasa diterapkan pada berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik dapat mencegah kontak besi dengan udara dan air.

  • 4. Tin Plating ( pelapisan dengan timah )
Kaleng – kaleng kemasan terbuat dari besi yang di lapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis, yang disebut electroplating . timah tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami  korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen ( udara ) dan air. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat) . apabila lapisan lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores , maka timah justru mendorong atau mempercepat korosi besi . hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu , besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian  , timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal itu yang justru diharapkan sehingga kaleng – kaleng bekas cepat hancur.

  • 5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink)
Benda-benda seperti pipa besi, tiang telpon, badan mobil, dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu  terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif di bandingkan zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk  sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian  , besi terlindung dari dan zink yang mengalami oksidasi .

  • 6. Pelapisan dengan kromium     
Chromium Plating adalah memberikan lapisan pelindung yang mengkilap. cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink. Kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang cacat atau rusak.
  • 7. Sacrifical Protection (pengorbanan anode), 
Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif ( berarti lebih mudah berkarat ) daripada besi , maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara in digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik , batang magnesium harus diganti.
  • 8. Pembentukan Lapisan Pelindung pada logam
  • 9. Pelapisan dengan pelumas
  • 10. Pelapisan dengan gelas
  • 11. Pelapisan dengan logam
  • 12. Menaikkan kemurnian Logam
  • 13. Mencegah Kontak 2 Logam
  • 14. Mengisolasi logam dari benda atau zat yang dapat menyebabkan korosi