Friday, March 15, 2019

Pengertian Menentukan Volume Suatu Zat

Secara umum, menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) volume adalah isi atau besarnya benda dalam ruang. Suatu benda bila volumenya lebih besar, maka ia dapat menampung materi lebih banyak. Sebaliknya, jika volumenya lebih kecil, maka jumlah materi yang dapat ditampung juga akan lebih kecil.

Menentukan Volume Zat Padat

Volume merupakan besaran turunan, yang disusun oleh besaran pokok panjang. Volume zat padat yang memiliki bentuk yang teratur seperti balok, dapat ditentukan volumenya dengan mengukur panjang, lebar, dan tinggi benda padat berbentuk balok tersebut. Satuan yang digunakan pada saat pengukuran benda padat akan diperoleh volume dengan satuan tersebut. Sebagai contoh, pengukuran panjang, lebar, dan tinggi dalam satuan sentimeter (cm) maka satuan volume yang diperoleh adalah sentimeter kubik (cm3). Begitu juga jika digunakan satuan dm, m, mm, dan sebagainya.

Menentukan Volume Zat Cair

Bagaimanakah cara menentukan volume suatu zat cair? Berbeda dengan zat padat, zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalui mengikuti tempat atau wadahnya. Misalnya jika zat cair dimasukkan kedalam gelas, bentuknya akan mengikuti dari gelas tempatnya berada. Begitupula jika diletakkan dalam toples, botol, dan wadah lainnya. Pengukuran volume zat cair umumnya dilakukan dengan menggunakan gelas ukur. Zat cair dimasukkan kedalam gelas ukur, ruang gelas ukur yang terisi zat cair menunjukkan volume zat cair tersebut. Volume zat cair biasanya dinyatakan dalam satuan liter (l) atau mililiter (ml).

Menentukan Volume Zat Padat Tidak Beraturan

Pada pembahasan diatas, diberikan contoh zat padat dengan bentuk teratur atau beraturan, sehingga untuk menentukan volumenya dengan mengikuti rumus bentuknya. Misal volume balok panjang x lebar x tinggi, kubus dengan rumus volume panjang sisi x panjang sisi x panjang sisi, dan bentuk ruang lainnya. Lalu bagaimana jika zat padat bentuknya tidak beraturan, tidak teratur, bagaimana cara menentukan volume zat padat tidak berarturan atau teratur? Caranya adalah dengan menggunakan bantuan zat cair. Jika zat cair diukur dengan gelas ukur, jumlah zat cair yang menempati gelas ukur merupakan volume zat cair, maka cara ini dapat digunakan untuk mengukur zat padat tidak beraturan. Berikut ini contoh sederhananya.

1. Misalkan zat padat yang akan kita ukur adalah batu kerikil, untuk menentukan volumenya kita dapat memasukkan zat cair dengan volume tertentu kedalam gelas ukur. Lalu dimasukkan batu kerikil tadi kedalam gelas ukur berisi zat cair. Maka akan terjadi perubahan volume zat cair dalam gelas ukur tadi. Perubahan volume tadi menunjukkan volume b atu kerikil. Jadi, volume akhir - volume awal = volume batu kerikil.

2. Cara kedua hampir sama. Kita masukkan zat cair dalam suatu wadah dengan memenuhi wadah tersebut dengan zat cair. Lalu dimasukkan batu kerikil, maka zat cair dalam wadah akan tumpah keluar dari wadah. Volume yang tumpah tadi ditampung dalam gelas ukur dan menyatakan volume batu kerikil. Cara sederhanyanya misalkan wadah yang digunakan adalah gelas beker. Lalu siapkan gelas ukur dan taruh dibawah ujung bibir/corong gelas, lalu masukkan batu kerikil kedalam gelas beker. Maka air dalam gelas beker akan tumpah dan mengalir kedalam gelas ukur. Volume air dalam gelas ukur menyatakan volume batu kerikil.

Cara Konversi Satuan Volume Suatu Zat

Meskipun bukan satuan internasional SI, tetapi satuan liter ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Satuan liter ini berbeda dengan satuan volume zat padat yang dinyatakan dalam satuan meter kubik atau sentimeter kubik atau lainnya. Untuk mengubah satuan liter ke meter kubik, atau mililiter ke sentimeter kubik dapat dilakukan dengan cara konversi satuan. Cara konversi volume zat dapat dilakukan dengan didasarkan pada persamaan volume satu liter sama dengan volume satu desimeter kubik. Jadi, jika mau mengubah satuan volume dari liter ke meter kubik, atau sebaliknya dari meter kubik ke liter disetarakan dulu dengan persamaan satu liter sama dengan satu desimeter kubik (l=dm3). Contoh konversi satuan:
 

1 Liter = 1 dm3
Ingat, 1 dm = 0,1 M, maka:
1 liter = 0,001 m3
Sebagai contoh konversi volume lainnya:
1 Liter = 1000 mililiter (mL)
1 Liter = 1000 sentimeter kubik (cm3)
1 liter = 1 desimeter kubik (dm3)
dstu mililiter sama dengan satu sentimeter kubik
1 ml = 1 cm3


Jadi, jika ingin mengubah satuan liter menjadi sentimeter kubik (cm3), maka caranya sama seperti diatas dengan mengubah satuan panjangnya.