Sunday, March 17, 2019

Pengertian Partikel-partikel Dasar Penyusun Atom

Pengertian Atom

Filsuf Yunani Democritus pada abad kelima menyatakan bahwa semua materi terdiri atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang dinamakan atomos, sedangkan menurut John Dalton atom didefinisikan sebagai bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi lagi. Penelitiasn lebih lanjut pada abad kesembilanbelas menunjukkanm bahwa atom memiliki struktur internal yang tersusun atas partikel-partikel yang lebih kecil lagi. Partikel-partikel itu kemudian disebut dengan partikel subatom yang terdiri dari elektron, proton, dan neutron.
model senyawa karbon

Atom terdiri atas inti atom dan elektron yang berada diluar inti atom. Inti atom tersusun atas proton dan netron. Suatu atom tersusun atas inti atom yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Adapun inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Dengan demikian, suatu atom dikatakan bermuatan netral, yang berarti jumlah proton pada inti atom sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti.

Atom merupakan penyusun unsur dan senyawa kimia.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Atom adalah unsur kimia yang terkecil yang dapat berdiri sendiri dan bersenyawaan dengan yang lain, seperti dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi molekul air (H2O). Semua atom unsur tertentu adalah identik, yaitu mempunyai ukuran, massa, dan sifat kimia yang sama.

Partikel-partikel Dasar Atom

Pada dasarnya, suatu atom terdiri atas inti atom dan elektron yang berada diluar inti atom. Inti atom tersusun atas proton dan neutron. Masing-masing partikel sub atom memiliki muatannya masing-masing. Proton bermuatan bermuatan positif, neutron tidak bermuatan dan elektron bermuatan negatif. Partikel-partikel sub atom proton, elektron dan neutron tersebut ialah merupakan partikel-partikel dasar penyusun atom.

  • Elektron

Elektron merupakan partikel dasar penyusun atom yang
pertama kali ditemukan. Elektron ditemukan oleh Joseph John
Thompson pada tahun 1897. Elektron ditemukan dengan menggunakan tabung kaca yang bertekanan sangat rendah yang tersusun oleh Plat logam sebagai elektroda pada bagian ujung tabung. Katoda, elektroda dengan kutub negatif dan anoda, elektroda dengan kutub positif.
Listrik bertekanan tinggi yang dialirkan melalui plat logam
mengakibatkan adanya sinar yang mengalir dari katoda menuju anoda yang disebut sinar katoda. Tabung kaca bertekanan rendah ini selanjutnya disebut tabung sinar katoda. Adanya sinar katoda membuat tabung menjadi gelap. Sinar katoda tidak terlihat oleh mata, akan tetapi keberadaannya terdeteksi melalui gelas tabung yang berpendar akibat adanya benturan sinar katoda dengan gelas tabung kaca. Sifat-sifat yang mendukung yang dihasilkan oleh sinar katoda menyebabkan sinar katoda digolongkan sebagai partikel dasar atom dan disebut sebagai elektron.

  • Proton

Menurut KBBI Proton adalah partikel yang terdapat di dalam inti atom dan bermuatan listrik positif. Eugene Goldstein pada tahun 1886 melakukan percobaan dan menemukan partikel baru yang disebut sebagai sinar kanal atau sinar positif. Sinar kanal secara mendetail dihasilkan dari tahapan berikut yakni ketika sinar katoda menjala dari katoda ke anoda maka sinar katoda ini menumbuk gas hidrogen yang berada didalam tabung sehingga elektron gas hidrogen terlepas dan membentuk ion positif. Ion hidrogen yang bermuatan positif selanjutnya bergerak menuju kutub
negatif (katoda) dengan sebagian ion hidrogen lolos dari lubang katoda. Berkas sinar yang bermuatan positif disebut sinar kanal ata sinar positif. 


  • Neutron

Menurut KBBI Neutron adalah partikel inti atom yang tidak bermuatan listrik dan memiliki masssa yang sedikit lebih besar daripada massa proton. Penelitian yang dilakukan Rutherford selain sukses mendapatkan beberapa hasil yang memuaskan juga mendapatkan kejanggalan yaitu massa inti atom unsur selalu lebih besar daripada massa proton didalam inti atom. Rutherford menduga bahwa terdapat partikel lain didalam inti atom yang tidak bermuatan karena atom bermuatan positif disebabkan adanya proton yang bermuatan positif.

Adanya partikel lain didalam inti atom yang tidak bermuatan dibuktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Chadwick melakukan penelitian dengan menembak logam berilium menggunakan sinar alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu partikel yang tak bermuatan dilepaskan ketikan logam berilium ditembak dengan sinar alfa dan partikel ini disebut sebagai netron.

Penelitian selanjutnya mendapatkan hasil bahwa gas hidrogen menghasilkan sinar kanal dengan muatan dan massa terkecil. Ion hidogen ini selanjutnya disebut sebagai proton. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa sinar kanal merupakan parikel dasar yang bermuatan positif dan berada dalam inti atom dan massa proton sama dengan massa ion hidrogen dan berharga 1 sma.

Penemu Partikel Dasar Atom

Keberadaan partikel-partikel dasar penyusun atom tidak ditemukan begitu saja. Partikel sub atom ditemukan secara bertahap. Elektron merupakan partikel dasar penyusun atom yang pertama kali ditemukan. Elektron ditemukan oleh J. J. Thomson pada tahun 1897 dengan menggunakan tabung kaca bertekanan sangat rendah. Neutron ditemukan oleh J. Chadwick pada tahun 1932, dan proton ditemukan oleh E. Goldstein pada tahun 1886