7+ Cara-cara Pencegahan Korosi

korosi besi rel kereta api
Seringkali kita menemui benda-benda yang terbuat dari logam seperti logam besi mengalami kerusakan dengan munculnya warna merah atau cokelat dan lama-kelamaan benda tersebut apabila dibiarkan begitu saja akan mengalami keropos, bahkan hancur. Peristiwa kerusakan logam seperti itu lazim ditemukan dan oleh orang-orang disebut dengan perisitiwa pengkaratatan logam atau korosi.

Pengertian Korosi

Korosi atau pengkaratan adalah perisitiwa proses rusaknya logam yang disebabkan terjadinya reaksi kimia antara logam tersebut dengan lingkungan. Reaksi yang dimaksud pada korosi adalah peristiwa elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks (reduksi-oksidasi) sedangkan lingkungan maksudnya adalah zat-zat yang terdapat di lingkungan yang dapat berupa zat asam, air, atau zat kimia lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat 3 definisi korosi, yaitu:
  1. Korosi adalah suatu proses, perubahan, atau perusakan yang disebabkan oleh reaksi kimia;
  2. Korosi adalah proses kimia atau elektrokimia yg kompleks yang merusak logam melalui reaksi dengan lingkungannya
  3. Korosi merupakan erosi kimia oleh oksigen (O2) di udara yang menimbulkan batuan yang mengandung besi berkarat

Dampak Negatif Korosi

Korosi atau pengkaratan pada logam menimbulkan banyak kerugian karena kerusakan benda-benda yang terbuat dari logam akibat korosi tersebut akan mengurangi umur dari benda atau barang tersebut. Pengaruh korosi dapat terlihat dengan muncul pembentukan karat pada permukaan logam besi dan tidak terlihat dengan berkurangnya kekuatan logam dibawah permukaan. Apakah korosi dapat dicegah? Sebenarnya korosi dapat di cegah dengan cara mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, permasalahan yang muncul adalah soal biaya, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Di bawah akan kita ulas beberapa cara untuk mencegah kerusakan akibat proses tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Korosi

Seperti yang telah kita ketahui di atas, kerusakan logam atau korosi terjadi karena terjadinya reaksi kimia antara dua elemen, yaitu logam dengan lingkungan. Korosi tersebut terjadi dikarenakan ada penyebabnya. Diantaranya yang menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya korosi adalah :
  1. Kelembaban Udara
  2. Keberadaan oksigen
  3. Elektrolit
  4. Zat terlarut pembentuk asam
  5. Lapisan yang erdapat pada permukaan logam
  6. Sel elektrokimia

Cara Pencegahan Korosi Pada Logam Besi

Terdapat banyak cara untuk mengatasi permasalahan ini. Semakin majunya jaman diiringi dengan meningkatnya produk, alat-alat, mapun fasilitas-fasilitas yang menggunakan logam sebagai salah satu bagiannya semakin mendorong pencarian solusi untuk mengatasi permasalahan korosi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dijadikan referensi dalam mencegah korosi pada besi atau logam.

1. Pengecatan

Mengecat peralatan dan fasilitas yang terbuat dari logam besi dapat melindungi logam dari kososi. Pengecatan atau melapisi logam dengan cat dapat menghindarkan kontak antara besi dengan udara dan air.

2. Penggunaan Pelumas

Pencegahan korosi pada peralatan perkakas dan mesin dapat dilakukan dengan melumurinya dengan oli atau gemuk. Oli dan gemuk mencegah kontak besi dengan air.

3. Pembalutan Dengan Plastik

Barang-barang yang dilakukan pembalutan atau dibalut dengan menggunakan plastik dapat mencegah kontak besi dengan udara dan air.

4. Tin Plating

Tin plating atau pelapisan dengan timah merupakan salah satu cara yang umum digunakan melapisi produk-produk yang terbuat dari logam seperti botol kaleng. Proses pelapisan tin plating dilakukan dengan cara elektrolisis, yang disebut electroplating. Timah dipilih sebagai pelapis anti korosi sebab timah tergolong  kedalam logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami  korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen (udara) dan air. Kekurangan tin plating adalah jika lapisan rusak, maka pengkaratan akan cepat terjadi.

5. Galvanisasi

Pencegahan korosi dengan proses galvanisasi adalah cara dengan melapisi dengan zink. Biasanya cara ini digunakan untuk produk-produk seperti body mobil. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu  terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif di bandingkan zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode.

6. Penyepuhan

Pelapisan dengan kromium akan memberikan lapisan pelindung yang mengkilap. Cara cromium plating juga dilakukan dengan melakukan elektrolisis. Metode ini hampir mirip dengan teknik pelapisan dengan zink.

7. Sacrifical Protection

Sacrifical protection atau disebut pengorbanan anode. cara ini dilakukan dengan menanam logam yang lebih aktif di dekat logam besi. Magnesium merupakan logam yang jauh lebih aktif daripada besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini biasa digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.

Selain 7 cara pencegahan korosi yang di bahas di atas, terdapat beberapa cara lain yang dapat dijadikan referensi, yaitu Pelapisan dengan gelas, menaikkan kemurnian Logam, mencegah kontak 2 logam, mengisolasi logam dari benda atau zat yang dapat menyebabkan korosi, memakai inhibitor.

4 Komentar untuk "7+ Cara-cara Pencegahan Korosi"

Ahmad Kholid mengatakan...

makasih ilmunya

Unknown mengatakan...

Sangat bermanfaat. Terima kasih 😊

Unknown mengatakan...

Thankyouu 😊

Unknown mengatakan...

Thankyouu 😊

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel