Glosarium Online Bahasa Indonesia - Pengertian, Arti, Definisi

Thursday, December 5, 2013

Pengertian Dan Jenis Laras Di Seni Musik

Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras, istilah titi dapat diartikan sebagai angka, tulis, tanda, notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada. atau tangga nada. Dan dalam bahasa Indonesiatitilaras berarti tangga nada.

Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis, huruf, angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. Laras ini mempunyai 2 macam, yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu:

1.    Laras Slendro,
secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat
riang, ringan, gembira dan terasa lebih ramai. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang, perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya, yaitu sendu, sedih atau romantis. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. Oleh karena itu banyak adegan rindu, percintaan kangen, sedih, sendu, kematian, merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring.

2.    Laras Pelog,
secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah, agung,
keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan, adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). adegan marah, adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi
kesan gembira, ringan dan semarak. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½, tetapi juga Titilaras yang ada antara lain :

1. Titilaras kepatihan, dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R.M Haryom Wreksadiningrat di Keraton Surakarta.
2. Titilaras ding-dong, dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang :dong, deng, dung, dang, ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali.
3. Titilaras daminatilada, yakni titilaras ciptaan R.M. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916).