Tuesday, March 12, 2019

Pengertian Sel Volta dan Reaksi Redoks Spontan


sel volta/selgalvani
Ada dua jenis sel elektrokimia, yaitu sel volta dan sel elektrolisis. Dalam sel volta, reaksi redoks spontan digunakan untuk  menghasilkan arus listrik. Contohnya adalah batu baterai dan aki. Dalam sel elektrolisis, arus listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi  redoks tak spontan. Contohnya adalah elektrolisis air dan penyepuhan .

Reaksi Redoks Spontan

Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta – merta . contohnya adalah reasksi antara logam zink dengan larutan tembaga (II) Sulfat. Jika sepotong logam zink dimasukan ke dalam larutan tembaga (II) Sulfat, segera terjadi reaksi dimana logam zink sedikit demi sedikit melarut sedangkan ion tembaga (ll) diendapkan. Reaksi ini bersifat eksoterm yang ditandai dengan naiknya suhu larutan. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut .

Zn (s) + Cu² (aq) ==> Zn² (aq) + Cu (s)

Sementara itu, reaksi kebalikannya, yaitu reaksi antara logam tembaga dengan larutan zink sulfat (ion Zn²) tidak terjadi. Oleh karena itu , dapta dikatakan bahwa kebalikan dari reaksi spontan adalah tidak spontan.

Susunan Sel Volta

Telah disebutkan bahwa reaksi redoks spontan dapat digunakan sebagai suber listrik. Perlu di ingat bahwa arus listrik adalah aliran elektron melalui kawat penghantar. jika zink dimasukan kedalam larutan ion tembaga (ll) , akan terjadi reaksi redoks tetapi tidak ada arus listrik karena  tidak ada aliran elektron. Ion – ion Cu²? datang kepermukaan logam zink, mengambil dua elektron dan lalu mengendap. Dalam sel volta , reduktor dan oksidatornya dipisahkan sehingga pemindahan elektron tidak terjadi secara langsung tetapi melalui kawat penghantar.

Logam zink yang dicelupkan kedalam larutan yang mengandung ion Zn² (larutan garam zink ) sementara sepotong logam tembaga dicelupkan dalam larutan ion Cu² (larutan garam tembaga (ll)). Logam zink akan larut sambil melepas dua elektron. Elektron yang dibebaskan tidak memasuki larutan tetapi tertinggal pada loga zink itu. Elektron tersebut selanjutnya akan mengalir ke logam tembaga melalui kawat penghantar. Ion Cu² akan mengambil elektron dari logam tembaga lalu mengendap.

Logam zink dan tembaga yang menjadi kutub – kutub listrik pada rangkaian sel volta disebut elektrode. Secara definisi , elektrode tempat terjadinya oksidasi disebut anode , sedangkan elektrode tempat terajdinya reduksi disebut katode. Oleh  karena itu oksidasi  adalah pelepasan elektron , maka anode adalah kutub negatif , sedangkan katode merupakan kutub positif. Pada sel volta yang kita bahas di atas, anode adalah loga zink dan katode adalah tembaga.

Notasi Sel Volta

Susunan suatu sel volta dinyatakan dengan suatu notasi singkat yang disebut diagram sel.  Anode biasanya digambarakan di sebelah kiri, sedangkan katode di sebelah kanan. Notasi tersebut menyatakan bahwa pada anode terjadi oksidasi Zn menjadi Zn², sedangkan di katode terjadi reduksi ion Cu² menjadi Cu. Dua garis sejajar yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam, sedangkan garis tunggal menyatakan batas antarfase (Zn padatan, sedangkan Zn² dalam larutan, Cu² dalam larutan, sedang Cu Padatan ).

Intisari:
•    Ada dua jenis sel elektrokimia, yaitu sel volta dan sel elektrolisis.
•    Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta – merta . contohnya adalah reasksi antara logam zink dengan larutan tembaga (II) Sulfat.
•    bahwa reaksi redoks spontan dapat digunakan sebagai suber listrik.
•    arus listrik adalah aliran elektron melalui kawat penghantar.
•    Elektrode tempat terjadinya oksidasi disebut anode .
•    Elektrode tempat terjadinya reduksi disebut katode.
•    Anode biasanya digambarakan di sebelah kiri, sedangkan katode di sebelah kanan.