Pengertian Pestisida: Jenis, Kelebihan, Kekurangan, Pencemaran


Arti Pestisida: Pengertian, Klasifikasi, Contoh, Kelebihan & Kekurangan
Pestisida: Pengertian, Klasifikasi, Contoh, Kelebihan & Kekurangan

Pada bidang pertanian, sering kali petani berurusan dengan hama-hama yang mengganggu tanaman. Selain mengganggu tanaman, hama pertanian juga dapat menurunkan hasil panen pertanian, bahkan yang terburuk dapat menyebabkaan kegagalan panen. Untuk mengatasi permasalahan hama ini, biasanya digunakan suatu racun yang sering disebut dengan pestisida. Apa itu? Yuk kita ulas selengkapnya.

Pengertian Pestisida

Apa itu pestisida? Secara umum semua zat atau bahan atau senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh atau membasmi hama pada tanaman pertanian disebut dengan pestisida (pesticide). Menurut asal katanya, istilah pestisida berasal dari kata "pest" yang berarti organisme penganggu tanaman (hama) dan "cida/cide"  yang berarti pembunuh.

"Pestisida adalah suatu bahan atau substansi yang digunakan untuk membasmi, membunuh, mengendalikan, mencegah, menolak atau mengurangi organisme pengganggu atau hama.

Berikut ini beberapa pengertian dan definisi pestisida menurut berbagai sumber lembaga dan atau para ahli:

1. FAO & PP RI No. 7, 1973

"Pengertian pestisida menurut FAO 1986 & PP RI No. 7, 1973 adalah campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikakn hewan/tumbuhan pengganggu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia. Penggunaan pestisida dapat dilakukan dengan cara disemprotkan, ditabur dan lain-lain."

2. PP NO. 7 Tahun 1973

"PP RI No. 6, 1995 mendefinisikan pestisida sebagai zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan"

3. USEPA

"Menurut USEPA Pestisida adalah zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak atau memusuhi hama dalam bentuk hewan, tanaman dan mikroorganisme pengganggu"

4. KBBI

Terakhir, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pestisida memiliki arti:
  1. Pestisida adalah istilah di bidang kimia yang berarti zat yang beracun yang digunakan untuk membunuh hama.
  2. Pestisida adalah racun pembasmi hama.
  3. Pestisida adalah racun hama.

Sejarah Penggunaan Pestisida

Pestisida berperan dalam perlindungan tanaman, pengendalian penyakit, sebagai upaya menjaga produktivitas tanaman pangan khususnya.
Pestisida sudah digunakan sejak lama. Di Indonesia, penggunaan pestisida di bidang pertanian meningkat sejak pemerintah mencanangkan program intensifikasi pertanian pada tahun 1970-an. Bermula pada masa itu hingga saat ini bisa dikatakan sebagian besar petani sudah tergantung pada pestisida untuk melindungi atau menyelamatkan tanamannya dari hama.
Dapat dikatakan peranan pestisida adalah untuk menjaga hasil panen atau untuk meningkatkan produk hasil pertanian yang tujuannya adalah untuk memenuhu kebutuhan pangan manusia.

Klasifikasi Jenis Pestisida

Terdapat berbagai jenis hama, ada hewan pengerat, ada perusak batang, serangga, jamur dan sebagainya. Sama halnya dengan banyaknya jenis hama pengganggu tanaman, Pestisida juga memiliki berbagai macam jenisnya.

"Klasifikasi pestisida yang paling umum dan paling familiar atau paling biasa dikenal oleh masyarakat adalah penggolongan pestisida berdasarkan organisme target. Pestisida jenis ini antara lain terdiri dari herbisida, fungisida, insektisida, rodentisida, akarisida, moluskisida, nematisida, dan sebagainya"

pengertian pestisida dan jenis pestisida
Jenis Pestisida : Insektisida

Jenis-jenis pestisida berdasarkan organisme target ini seringkali membuat banyak orang salam paham mengartikannya, misalnya apakah perbedaan antara pestisida dan insektisida. Padahal insektisida adalah salah satu jenis pestisida. Sedangkan pestisida adalah istilah untuk menyebut obat atau racun pembunuh hama secara umum.

Berikut ini penggolongan macam jenis pestisida:

A. Organisme Target

Berdasarkan organisme targetnya, pestsida terdiri dari:
  1. Insektisida, adalah pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu tanaman.
  2. Herbisida, adalah racun untuk mengatasi gulma, digunakan untuk membunuh rumput-rumput liar yang mengganggu tanaman utama seperti padi, jagung dan sebagainya.
  3. Akarisida, adalah racun pembunuh tungau atau kutu kecil.
  4. Fungisida, adalah zat kimia yang dapat membunuh atau menghambat jamur atau cendawan.
  5. Nematosida, adalah racun pembunuh nematoda, pembasmi cacaing nematoda.
  6. Rodentisida, adalah racun yang digunakan untuk mengatasi hewan pengerat, seperti tikus
  7. Moluskisida,adalah  membunuh bekicot
  8. Ovisida, adalah racun untuk membunuh telur
  9. Alqisida, adalah racun pembunuh gangang.
  10. Avisida, merupakan pembunuh/menolak burung, aves.
  11. Bakterisida, adalah senyawa kimia yang mampu membunuh atau menghancurkan bakteri, pembasmi bakteri.
  12. Larvasida, yaitu pembunuh larva
  13. Mitisida, artinya pengendali tungau.
  14. Predikulisida, merupakan racun kutu/caplak.
  15. Piscisida, adalah racun pembunuh ikan.
  16. Silvisida, adalah bahan kimia pembunuh pohon.
  17. Termitisida, adalah pestisida pembasmi rayap.

    B. Cara Pembuatan

    Menurut asal atau cara pembuatannya, pestisida digolongkan kedalam dua jenis, yaitu:
    1. Pestisida Nabati (alami) adalah pestisida yang memanfaatkan bahan-bahan alam secara langsung untuk mengusir atau membunuh hama.
    2. Pestisida Sintesis (buatan) merupakan pestisida yang sengaja dibuat atau diproduksi oleh pabrik, biasanya dikenal dalam merek-merek tertentu.

    C.Struktur Kimia

    Berdasarkan struktur kimia senyawa penyusun pestisida, pestisida digolongkan dalam dua kelompok yaitu: 
    1. Pestisida anorganik
    2. Pestisida organik.

    D. Cara Kerja

    Berdasarkan cara kerjanya, terdapat dua kelompok yaitu:
    1. Cara kerja pada tumbuhan: sistemik, non-sistemik, sistemik lokal.
    2. Cara kerja pada organisme target: lambung, kontak, pernafasan.

    Penggunaan Pestisida

    Terdapat beberapa cara aplikasi pestisida di lahan pertanian. Pengaplikasian racun hama tersebut  bergantung dengan jenis produknya. Penggunaan pestisida yang paling umum adalah penyemprotan untuk beberapa jenis yang berbentuk cairan atau yang dapat dilarutkan dalam air. Selain disemprotkan ada beberapa cara lain yang bisa digunakan, yaitu:
    1. Disemprot
    2. Ditabur
    3. Dioles
    4. Dicampurkan umpan (misal rodentisida/racun tikus)

    Kelebihan dan Kekurangan Pestisida

    Keuntungan menggunakan pestisida:

    1. Pengaplikasian mudah. Pestisida dapat diaplikasikan di setiap waktu dan tempat, dapat disemprotkan, dicampur dengan pupuk, ditabur dan sebagainya.
    2. Hasilnya cepat. Pengendalian hama menggunakan pestisida dapat dilihat hasil pengaplikasiannya dalam waktu yang singkat.
    3. Efektivitas tinggi. Selama tidak ada resistensi, penggunaan pestisida sangat efektif untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (opt) atau hama.
    4. Mudah diperoleh. Produk-produk racun hama dapat diperoleh dengan mudah dipasaran, dapat dijumpai ditoko-toko pertanian kecil dengan berbagai macam jenis.
    5. Biaya murah. Umumnya pestisida adalah solusi soal biaya yang membutuhkan banyak tenaga, misal ingin membasmi gulma secara manual, maka dibutuhkan banyak buruh tani/tenaga untuk membersihkan gulma di sawah atau ladang.

    Kekurangan:

    1. Keracunan, pestisida merupakan racun yang penggunaanya dapat saja meracuni orang yang menggunakan, satwa liar atau hewan-hewan non target.
    2. Dapat menyebabkan terjadinya resistensi, resurjensi, dan ledakan hama sekunder.
    3. Pencemaran lingkungan, penggunaanya dapat saja menimbulkan permasalahan lingkungan.
    4. Residu pestisida dapat berdampak negatif bagi konsumen, maupun terhadap kesehatan manusia.
    5. Pestisida dapat membunuh atau menyebabkan kematian musuh alami hama.

    Pencemaran Oleh Pestisida

    Limbah Pestisida dilingkungan, terutama yang bersifat persisten atau tidak mudah terurai berpotensi mencemari lingkungan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa penggunaan pestisida sebaiknya tidak boleh secara berlebihan. Di lingkungan perairan maupun tanah dapat mengganggu organisme yang hidup ditanah ataupun air. Residu di produk pangn juga dapat terakumulasi ke manusia. Selain itu memungkinkan juga terjadinya biomagnifikasi.

    Dampak negatif dari limbah pestisida pertanian yang perlu dikhawatirkan adalah potensinya dalam pencemaran lingkungan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa penggunaan pestisida sebaiknya tidak boleh secara berlebihan. Senyawa dari penyusun pestisida yangt memiliki daya racun yang tinggi, susah terurai dan mampu bertahan lama di lingkungan perlu dihindari penggunaanya. Racun-racun tersebut melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dapat mengancam kesehatan makhluk hidup termasuk lingkungan. Hal yang juga patut diwaspadai dari penggunaan pestisida adalah terjadinya resistansi dan resurjensi hama.

    Pencemaran Oleh Pestisida

    Limbah pestisida dilingkungan, terutama yang bersifat persisten atau tidak mudah terurai berpotensi mencemari lingkungan. Di lingkungan perairan maupun tanah dapat mengganggu organisme yang hidup ditanah ataupun air. Residu di produk pangn juga dapat terakumulasi ke manusia. Selain itu memungkinkan juga terjadinya biomagnifikasi. 
     Meskipun kehadiran pestisida dirasa memberi dampak yang baik bagi petani, namun terdapat kekhawatiran dengan penggunaan pestisida dewasa ini. Penggunaan pestisida berlebih ternyata memiliki dampak negatif, selain dapat mencemari lingkungan penggunaan pestisida juga dapat memicu masalah lain, seperti munculnya resistansi hama, resurgensi, bahkan ledakan hama sekunder

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel