5 Metode dan Cara Identifikasi Asam Basa Netral dan Garam

cara menentukan asam basa netral
Menentukan Sifat Keasaman (asam basa dan netral)

Secara umum suatu larutan dapat bersifat asam, basa, dan netral atau garam. Sifat keasaman atau kebasaan larutan tersebut, apakah dia bersifat asam atau basa dapat diidentifikasi dengan menggunakan suatu indikator asam-basa. bagaimana cara mengetahui suatu larutan bersifat asam basa atau netral

Berdasarkan rentang nilai pH (derajat keasaman), asam berarti larutan yang memiliki nilai pH dibawah 7, sedangkan basa memiliki pH diatas 7, dan dikatakan bersifat netral jika larutan tersebut memiliki nilai pH 7.
 

Ciri Asam, Basa dan Netral

Berdasarkan parameter rasa dan nilai pH, ciri-ciri sifat asam dan basa dapat dideskripsikan sebagai berikut
  • Asam ciri-cirinya antara lain adalah memiliki rasa masam jika dicicip, terasa kesat dikulit, memiliki pH dibawah 7 (>7) dan dapat merubah lakmus biru menjadi merah.
  • Basa ciri-cirinya adalah memiliki rasa sepat atau pahit jika dicicipi, jika terkena kulit terasa licin, memiliki nilai pH diatas 7 (7<) dan dapat membirukan lakmus merah.  
 

Cara Mengidentifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Bagaimana cara membedakan antara asam dan basa? Berdasarkan cirinya yang disebutkan diatas tadi, dapat kita ketahui apa saja perbedaan antara asam dan basa. bagaimana cara mengetahui suatu larutan bersifat asam basa atau netral dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode indikator asam-basa sebagai berikut:
  1. Kertas lakmus
  2. Kertas pH Universal
  3. Larutan indikator asam-basa sinteti
  4. Larutan indikator asam-basa alami
  5. Instrumen pH meter.

Indikator Asam dan Basa

1. Kertas Lakmus

Cara yang paling sederhana untuk mengidentifikasi asam, basa dan netral adalah dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus adalah kertas indikator yang dapat berubah warna ketika di basahi dengan atau dicelupkan pada larutan asam atau basa. Kertas lakmus terdiri dari 2 (dua) jenis, yakni lakmus biru dan lakmus merah.
  • Lakmus biru adalah kertas lakmus yang apabila dicelupkan kedalam larutan asam akan berubah warna menjadi merah sedangkan dalam larutan basa dan netral tetap berwarna biru.
  • Lakmus merah adalah kertas lakmus yang apabila dimasukkan kedalam larutan basa akan berubah warna menjadi biru sedangkan apabila dalam larutan asam dan netral tetap berwarna merah.
Contoh kasus
Suatu larutan diteteskan pada lakmus merah dan biru, larutan tersebut merubah warna lakmus merah menjadi biru dan pada lakmus biru tetap biru (tidak mengalami perubahan warna), jadi dapat disimpulkan bahwa sifat larutan tersebut bersifat basa.
 
Rekomendasi Artikel:

Untuk mempermudah dalam penggunaan kertas lakmus untuk mengidentifikasi sifat asam, basa dan netral, kami rangkumkan sebagai berikut:
  1. Larutan asam: lakmus merah tetap merah, lakmus biru menjadi merah (semua kertas lakmus berwarna merah)
  2. Larutan basa: lakmus merah menjadi biru, lakmus biru tetap biru (semua kertas lakmus berwarna biru)
  3. Larutan netral: lakmus merah tetap merah dan biru tetap biru (tidak ada perubahan warna lakmus)
Simak ilustrasi tabel berikut ini untuk mempelajari perubahan warna pada kertas lakmus merah dan biru.
Tabel perubahan kertas lakmus merah dan biru glosaria.com
Tabel Perubahan Warna Kertas Lakmus  (glosaria.com)

2. pH Universal

Kertas pH universal adalah salah satu jenis indikator asam basa yang berbentuk kertas seperti lakmus. Suatu kertas pH Universal memiliki beberapa warna. Warna pada kertas pH Universal menunjukkan skala nilai pH yang dimulai dari pH 1 sampai pH 14. Oleh karenanya kertas pH Universal tidak hanya berfungsi untuk mengetahui sifat asam-basa, tapi juga dapat untuk mengetahui dan mengukur nilai pH suatu larutan. Cara kerja indikator universal adalah dengan mengalami perubahan warna menjadi warna tertentu yang menunjukkan nilai pH larutan yang diuji.

Cara menggunakan pH universal sama dengan cara penggunaan kertas lakmus, yaitu dengan cara dicelupkan ke dalam larutan yang ingin diuji atau diukur nilai keasaman/kebasaannya. Setelah dicelupkan pada larutan, kertas pH universal akan mengalami perubahan warna. Selanjutnya bandingkan perubahan warna yang terjadi dengan skala warna pH universal (biasanya warna standar pembanding ini disediakan di wadah kertas ph universal). Pilih warna yang paling sesuai dengan warna pembanding, maka akan diketahui nilai ph dari larutan yang kita uji tersebut.
 

3. Larutan Indikator Sintetis

Larutan indikator adalah suatu zat yang memiliki warna berbeda dalam larutan yang bersifat asam, basa, ataupun netral. Karena memiliki warna yang berbeda dalam masing-masing larutan, indikator dapat digunakan untuk membedakan sifat-sifat larutan, apakah itu asam, basa, atau netral.

Ada banyak macam jenis larutan indikator buatan, namun yang sering dijumpai dan biasa digunakan di laboratorium adalah larutan indikator fenolftalin (pp), metil merah dan metil jingga.

Simak ilustrasi tabel berikut ini untuk mengetahui perubahan warna larutan indikator sintetis dalam larutan asam, basa dan netral.
Tabel contoh larutan indikator asam basa sintetis laboratorium glosaria.com
Contoh larutan indikator asam basa sintetis (glosaria.com)
Keterangan:
  • Fenolftalein : tidak berwarna dalam larutan asam dan netral, berwarna merah dalam kondisi basa.
  • Metil merah (red) : berwarna kuning dalam larutan basa dan netral, berwarna merah dalam kondisi asam.
  • Metil jingga (orange) :  berwarna kuning dalam larutan basa dan netral, berwarna merah dalam kondisi asam.
 

4. Indikator Alami

Indikator alami adalah indikator yang berasal dari ekstrak bahan alami, biasanya bersumber dari tumbuhan-tumbuhan yang berwarna. Contoh indikator alami adalah daun mahkota bunga (bunga sepatu, bogenvil, mawar), kunyit, kulit manggis dan sebagainya. 
 
Penggunaan indikator alami ini dapat dilakukan dengan mengekstrak bahan kemudian ditambkan dengan air lalu digunakan sebagai indikator. Contoh indikator kulit manggis, jika dihaluskan kemudian ditambah air yang bersifat netral akan berwarna ungu. Indikator kulit manggis tersebut jika diteteskan pada larutan yang bersifat asam akan terjadi perubahan warna dari ungu menjadi coklat kemerahan, sedangkan jika diteteskan pada larutan yang berkondisi basa akan terjadi perubahan warna dari ungu menjadi biru kehitaman.
 

5. pH Meter

Instrumen pH meter merupakan alat yang dapat mengukur derajat keasamaan atau kebasaan suatu larutan. Identifikasi asam basa dengan pH meter dapat dilakukan dengan membaca nilai pH larutan menggunakan alat. Nilai pH yang terbaca akan menunjukkan larutan tersebut bersifat asam atau basa. Jika nilai pH yang terbaca dibawah 7, artinya larutan tersebut bersifat asam. Sebaliknya, jika nilai pH yang terbaca oleh alat diatas 7, artinya larutan bersifat basa. Sedangkan jika nilainya 7, artinya larutan tersebut bersifat netral.

Contoh Asam Basa dirumah Tangga

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering sekali berjumpa dengan asam dan basa, hamnya saja mungkin kita tidak menyadari atau tidak mempedulikan. Contohnya Jus lemon yang kita minum dan cuka merupakan bahan yang bersifat asam. Sabun mandi dan juga deodoran merupakan bahan yang bersifat basa. Ada juga asam kuat yang cukup berbahaya jika berkontak dengan kulit kita yaitu larutan pembersih kamar mandi.


Contoh Soal Identifikasi Asam Basa

1. Suatu larutan memiliki ciri-ciri: rasanya asam, dapat menghantarkan listrik, memerahkan lakmus biru. Larutan tersebut dapat diprediksikan sebagai larutan:
a. asam c. netral
b. basa d.garam
Jawab: a. asam

2. Suatu larutan memiliki ciri-ciri: rasanya pahit, dapat menghantarkan listrik, membirukan lakmus merah. Larutan tersebut dapat diprediksikan sebagai larutan:
a. asam c. netral
b. basa d.garam
Jawab: b. basa

INTISARI

Identifikasi asam dan basa untuk mengetahui sifat larutan apakah bersifat basa atau asam dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa indikator, antara lain kertas lakmus, kertas pH universal, larutan indikator sintetis, larutan indikator alami dan alat pH meter.


Sumber referensi:

Wasis, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Belum ada Komentar untuk "5 Metode dan Cara Identifikasi Asam Basa Netral dan Garam"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel